Kamis, 03 Januari 2019

MERAUNG DI PUNCAK SEJATI - GUNUNG RAUNG 3344 Mdpl

View trek pendakian dari bawah Puncak Tusuk Gigi




..Naik, Naik ke Puncak Raung..
  Tinggi Tinggi sekali..

..Kiri kanan Kulihat saja..

  Banyak Jurang menganga..aa..aaa..!!!!


KEJAM . . ! !
Satu kata untuk menggambarkan perjalanan kami ke Gunung Raung. Segala emosi dan geregetan tercampur sempurna dengan kebanggaan dan sukacita..

Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut aktif ( stratovolcano type ) yang berada dalam jajaran pegunungan Ijen. Secara administrasi, Raung berada di wilayah Besuki yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember. 
Gunung Raung memiliki puncak tertinggi dari jajaran Pegunungan Ijen, Puncak Sejati - 3344 mdpl. Raung juga memiliki kaldera kering terbesar di Jawa dan kedua terbesar di Indonesia setelah Gunung Tambora. Selain itu, Raung, Puncak Tertinggi ke 4 Jawa, terkenal sebagai gunung dengan trek pendakian tersulit se Jawa. 
Gunung yang terkenal akan raungannya ini terakhir meletus pada Juli 2015. Bertipe letusan Strommbolian, letusannya kecil tetapi terus menerus meraung-raung berpijar.

Sebelumnya, sempet heboh panjaaang kayak drakor..
Akhirnya Ester, Rizky dan Saya sepakat, 28 Desember 2018 naik ke Gunung Raung. Dengan gambaran dari internet tentang ekstrimnya jalur Kalibaru, kami semakin tidak sabar untuk segera berangkat.

Deal, kami sepakat dengan paket dari Raung Camp ( ig: @raungcamp ), perkepala 650K ( Simaksi + Kopi raung / Gelas Raung + Guide + Alat climbing & Safety + ojeg 4 X + Makan 2X + Sertifikat Pendakian ).

Sebelum berangkat kami menyiapkan syarat-syarat utama yang diwajibkan untuk pendakian Gunung Raung:

1. Foto kopi KTP ( ID )
2. Surat Sehat ( bisa diperoleh di Basecamp @ 30K )

Akhirnya hari itu, Rabu 26 Desember, kami hampir ketinggalan KA Gaya Baru Malam I, ( Lempuyangan - Gubeng )karena pas jam-nya kereta dateng kami masih stuck kejebak macet dijalan, belum lagi masih  harus cetak tiket online. Sport jantung pasti, sampai pucet. Tapi semua lancar sampai kami tiba di Stasiun Kalibaru setelah 14 jam di kereta ( transit Surabaya via KA. Probowangi ).


Stasiun Gubeng Surabaya

Di pintu kedatangan Stasiun, kami sudah disambut ojeg yang heboh bak menyambut haji baru balik dari Mekkah. Dan langsung, kami diantar ke Basecamp Cak Coy / Pak Aldi. Disana kami didata dan disambut dengan baik. Satu-satu kami dikenalkan ke Guide yang akan mendampingi kami esok. Mas Nugie, Mas Syarif, Mas Conang, Cak Aldi, Mas Daifi dan Guide Team kami Mas Upik.


 Sekretariat Pendakian Gunung Raung Wonorejo, Kalibaru

The A Team - Red Helmet

Basecamp Cak Coy / Pak Aldi



Jumat, 28 Desember 2018

Esoknya, pagi jam 5 kami sudah bangun, persiapan. 
Sekitar jam 7,00, setelah briefing di Sekretariat pendakian, kami langsung diantar ojeg meluncur ke Pos 1 Pondok Kopi Pak Sunarya.
Sekitar 40 orang rombongan dari Raung Camp berangkat bareng. Sekitar 30 menit kami naik ojeg mengarah ke Pos 1 Pondok Kopi Pak Sunarya. 


Map Pendakian Gn. Raung Via Wonorejo, Kalibaru

Pondok Kopi Pos 1 - Camp 2 ( 2 jam )
Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan yang tidak terlalu menanjak membelah kebun kopi dan kakau milik perhutani. Jalur dari Pos 1 sampai Camp 4 tidak terlalu berat, namun sangat melelahkan mengingat jaraknya yang lumayan.
40 menit berikutnya terdapat shelter yang bisa untuk berteduh, kami menyebutnya Pondok Seng.

Melewati pinggiran hutan dengan pohon pohon besar, kami sampai di Camp 2 di ketinggian 1432 mdpl sekitar jam 08.10. Camp ini bisa menampung hingga 13 tenda.

Camp 2 - Camp 3 ( 2,5 jam )
Perjalanan menuju Camp 3 masih dengan trek sama, hanya lebih jauh masuk ke dalam hutan yang lebih rapat. 
Perlu diwaspadai serangan senyap dari pacet and the genk. Tau-tau udah pada gendud kekenyangan darah.
Perjalanan kami tempuh selama sekitar 2,5 jam sampai sekitar jam 10.30 kami istirahat di Camp 3 di ketinggian 1656 mdpl.

Camp 3 - Camp 4 ( 1 jam )
Setelah 5 menit break, kami lanjutkan kembali meyusuri hutan gunung Raung. Trek yang masih relatif ringan dan cuaca yang tidak terlalu panas sangat meringankan beban carrier di punggung.
Jam 11.30 tepat kami sampai di Camp 4 di ketinggian 1856 mdpl. Kami istirahat sambil makan siang, dari Basecamp kami sengaja bawa bekal nasi rames.

Sambil becanda kami coba saling mengenal. Team kami, Team A, helm merah, 5 orang. Tambahan anak-bapak Mas Yoga dan Pak Surasyono (61) dari Bandung. Beruntung kami dikasih guide terbaik; Mas Upik, @marcelopek12.

Camp 4 - Camp 5 ( 1 jam 10 menit )
Jalur pendakian mulai lepas dari pekatnya hutan, meski pohon masih horor gede-gede. Trek juga sudah mulai bikin lemes dengkul. Jarak 700 meter ke Camp 5 kami tempuh sekitar 1 jam. 
Jam 13.15 kami baru sampai di Camp 5 di ketinggian 2115 mdpl.

Camp 5 - Camp 6 ( 1 jam 15 menit )
Trek semakin menanjak, dengan di beberapa titik sudah dipasang tali sebagai bantuan saat licin. Pohon semakin berukuran kecil. Setelah sekitar satu jam 15 menit kami sampai di Camp 6 di ketinggian 2285 mdpl. 

Camp 6 - Camp 7 ( 2 jam )
Dari Camp 6, trek semakin menanjak dan mulai tanpa bonus. Setelah melewati 2 Camp bayangan, jam 16.30 kami baru sampai di Camp 7 di ketinggian 2585 mdpl. 

Area Camp 7 cukup luas bisa menampung sampai 25 tenda. Disana juga sudah ada Pondok Rasta untuk sekedar ngobrol dan Toilet kering.
Cukup nyaman dan aman untuk ngecamp. Karena tenda kami sudah disiapkan guide, kami tinggal bongkar carrier dan masak.

Camp 7

Diluar, sunset cantik dengan background Argopuro dan bedak lautan awan terhampar. Tanpa kami sadari, bibit badai hujan sedang berkumpul terbentuk di atas sana, mengintai kami. 
Sampai 6 jam berikutnya bener-bener menghantam tenda kami. Rencana jam 1 tepat untuk summit pun harus dipending sampai badai berhenti.



Sunset di Camp 7


Sabtu, 29 Desember 2018

Camp 7 - Camp 8 ( 1 jam )
Jam 6 tepat, matahari mulai mengusir kabut dan badai. Cak Aldi mengarahkan kami untuk berangkat menuju Camp 8 yang berjarak 800 meter. Carrier dan barang yang tidak dibutuhkan kami tinggal di tenda. Satu jam tepat kami berjalan menyusuri punggungan jurang mengarah ke Camp 8. Dibeberapa titik kami tepat melewati bibir jurang. Ngeringeri sedap, ditemani dengan kabut yang sarat air. 
Kami sampai di Camp 8 di ketinggian 2876 mdpl tepat jam 7.10.

Camp 8 - Camp 9 ( 45 Menit )
Jarak ke Camp 9 hanya sekitar 400 meter dengan trek yang lumayan nanjak. Tanpa carrier kami butuh sekitar 45 menit untuk mencapai Camp 9 di ketinggian 3023 mdpl.
Di sini kita wajib pakai helm safety, safety harness dan carrabiner. Jarak ke Puncak sejati sekitar 1 km dengan trek ekstrim asik.

Untuk tali carmantel, Webbing, Carrabiner, Figure 8, Harness, Jumar sudah disiapkan guide. Helm juga sudah dibagi rata berdasar kelompok warna di basecamp untuk dibawa masing-masing.

Camp 9 - Puncak Bendera 3159 Mdpl  ( 15 menit )




Naik dikit ke atas melewati batas vegetasi dan jalur telanjang kami sampai di Puncak 1 Bendera di ketinggian 3159 mdpl. Yang ditandai dengan tumpukan batu penahan tiang bendera. Dari puncak Bendera samar-samar terlihat trek yang harus dilewati. Tanpa pohon pelindung dan bahkan jalur telanjang kiri kanan jurang yang tak terlihat dasarnya.

Puncak Bendera - Puncak Sejati ( 2 jam 45 menit )

Lepas dari Puncak Bendera, ditemani angin berkabut dengan jalur sedikit mengarah turun dan relatif datar. Sebelah kiri dan kanan bener-bener jurang asli. Hingga kami sampai di titik paling ekstrim yang mengharuskan kita melipir jurang untuk kemudian scrambling manjat ke atas tebing, tingginya sekitar 4 meter. Asli mantap..

Mulai dari sini sudah harus menggunakan beberapa teknik pendakian: Single-Rope Technique; Belaying, Ascending, Rapeling ( Descending ) dan Moving together.


Merayapi Tebing


Titik Ekstrim 1




 Jalur mengarah ke Jembatan Shirotol Mustaqiim

Rapeling turun dari ujung Jembatan Shirotol Mustaqiim 


Rapeling turun jalur Shirotol Mustaqiim


Mas Upik sengaja ngasih helm kita warna Merah ternyata ada poin nya. Kami dikategorikan grup 'VIP', yang dianggap perlu prioritas. Sesuai standar warna helm di SAR. Biarpun kami paling akhir sampai di tebing, kamilah yang pertama dikasih kesempatan untuk manjat ke atas. Yang lain, helm kuning, putih terpaksa harus rela kasih jalur. hihihi..

Dari titik tersebut sebenernya kami harus melewati Puncak 17 (3142 mdpl ), tapi karena jalur sudah tidak layak, maka guide mengarahkan kami untuk motong jalur melipir punggungan Puncak 17. Hingga sampailah kami di titik kritis ke 2, Jembatan Shirotol Mustaqiim yang melegenda di Gunung Raung. Diujung jembatan ini kami harus rapeling lagi untuk turun tebing curam.


Melawan Panik Acrophobia..



Jembatan Shirotol Mustaqiim

 Salah satu titik jalur paling tipis di Jembatan Shirotol Mustaqiim


Kami lanjut dengan menuruni bibir jurang untuk pindah ke punggung bukit yang lain mengarah ke Puncak Tusuk Gigi.

Mulai dari sini, trek yang tadinya tanah halus berganti dengan bongkahan batuan besar berserakan. Satu jam kedepan kami harus berjuang naik bukit dengan kemiringan yang cukup curam. Terus berusaha naik dengan mengikuti arahan Mas Upik dan mengikuti patok bendera penanda jalur, akhirnya kami sampai di bawah Puncak Tusuk Gigi. Kami hanya melipir di bawahnya sebelum kami harus memanjat tebing terakhir sebelum area puncak Sejati. 


 View Puncak Tusuk Gigi

 View Puncak Tusuk Gigi

 View Puncak Tusuk Gigi

Merayap naik di tebing terakhir sebelum Puncak Sejati


10 Menit kemudian kami sudah sampai di Puncak Sejati Gunung Raung, 3344 mdpl, titik tertinggi ke 4 di Pulau Jawa.
Sahh..Pesona Raung adalah kengerian yang sebenarnya!!!

Bangga dan bahagia terhambur dari hati kami. Saling berpelukan dan bahkan Ester beneran nangis. 

Terimakasih Mas Upik, dan guide lain dari Raung Camp.

Tapi karena masih kabut, kaldera Raung seakan berganti dengan tembok putih tebal. Sekitar setengah jam kami tunggu tapi tetep masih putih, maka jam 12.20 kami putuskan untuk turun.


Consider it done!

 Raung Camp Warrior 28 - 30 Dec 2018

 With the bravest and craziest emak-emak..

 Background tembok tetangga.. 

 The 'A' team, Formasi Lengkap

Summit, Sejati Peak, Alt: 3344 masl


Puncak Sejati - Camp 7 - Basecamp
Kami turun dengan perasaan puas bisa sampai Puncak Sejati yang konon memiliki trek ter ekstrim se Jawa. Sedikit penyesalan hanya karena tidak bisa melihat kaldera Raung yang sepenuhnya ketutup kabut. Dengan penuh syukur kami berjalan mantap mengarah ke Camp 7. Kami sampai di Camp 7 sekitar jam 16.30.


 Melangkahi Jurang di Puncak Tusuk Gigi

View trek di bawah Puncak 17, arah turun

Saat itu kami putuskan untuk langsung turun ke Basecamp daripada ngecamp semalam lagi sesuai jadwal trip. Awalnya hanya kami bertiga, tapi ternyata ada beberapa orang yang bergabung. Total kami ber-12 turun ke Basecamp. Karena itu dari Raung Camp pun ngasih kami guide untuk menemani kami, Mas Conang.

Setelah makan sore dan bongkar tenda, jam 18.10 kami start turun.
Melawan kaki dan pundak yang mulai sakit ditambah capek yang juga ikutan ekstrim. Saya ikut-ikutan mau nangis geregetan karena Camp I Pondok Kopi Pak Sunarya terasa begitu jauh dari Camp 2. Jalan seakan tidak ada habisnya, muter-muter aja. 


Sudah hampir 20 jam kami berjalan dari Camp 7 - Summit - Camp 7 -  mengarah ke Camp 1


Ditambah lagi dengan gerimis, baru sekitar jam 1.00 kami sampai di Pondok Kopi Pak Sunarya. Ojeg sudah menunggu dan langsung mengantar kami ke Basecamp


Sertifikat Pendakian Gunung Raung

Satu lagi yang paling ekstrim, ban belakang motor ojeg saya ternyata kempis. Tapi si bapak ojeg dengan pede tetep hajar jalan rusak sampai Basecamp. Ndak tau gimana pelang bannya, ndak tega saya mau lihat.

Setengah dua pagi, kami baru sampai di Basecamp. Basecamp masih tutup dengan kondisi mati lampu ( sampai besok jam 11 siang ). Untung masih ada bapak-bapak yang ronda, jadi bisa langsung pesen air panas, mandi, tewassss gaes!!

Paginya 30 Desember, kami masih sempat nyuci pakaian kotor dan sepatu kami sampai kering. Karena kereta kami masih besok nya, 31 Januari.
Seharian cuma makan dan tidur untuk pemulihan.


BACK TO JOGJAA:
Hari Senin, 31 Desember kami start jam 6.00 pagi dianter ojeg ke Stasiun Kalibaru. Kereta kami berangkat jam 7.55 langsung Jogja tanpa transit, 12 jam.
Jam 19.22 tepat kami sampai di Lempuyangan, YK dengan KA Sritanjung.

Biaya paket pendakian kami serasa tidak berarti dengan pelayanan dan pengalaman yang kami dapatkan. Terimakasih RAUNG CAMP..



Sudah Tamfan, di Stasiun New River


Itinerarry:
Lempuyangan - Gubeng : 5 hrs ( KA. GAya Baru Malam I, Dept: 19.30)
Gubeng - Kalibaru    : 5 hrs ( KA. Probowangi, Dept : 04.50 )

Kalibaru - Lempuyangan : 12 hrs ( KA. Sri Tanjung, Dept : 7.50 )


Ascend:

Basecamp - Sekre Raung : 15 mnts ( by Ojeg )
Briefing               : 15 mnts
Sekre - Pondok Kopi    : 30 mnts ( by ojeg )
Pondok Kopi - Camp 2   : 2 hrs 
Camp 2 - Camp 3        : 2.5 hrs
Camp 3 - Camp 4        : 1 hr
Camp 4 - Camp 5        : 1 hr 10 mnts
Camp 5 - Camp 6        : 1 hr 15 mnts
Camp 6 - Camp 7        : 2 hrs

      -----NIGHTCAMP------ 

Camp 7 - Camp 8        : 1 hr
Camp 8 - Camp 9        : 45 mts
Camp 9 - Puncak Bendera: 15 mnts
P. Bendera - P. Sejati : 2 hrs 45 mnts

Descend:

Sejati Peak - Camp 7   : 4 hrs
Camp 7 - Basecamp      : 6 hrs 30 mnts ( Night walk )

Selasa, 11 Desember 2018

CONTACT PERSON TAMAN NASIONAL DAN BASECAMP PENDAKIAN GUNUNG

  



Pertama kali terlintas di kepala saat akan melakukan pendakian gunung, kemanapun itu, adalah tentang bagaimana akses ke Basecamp dan biaya administrasi pendakian. 

Selain website resmi Taman Nasional tentunya, nomer telfon Basecamp atau CP guide dan porter akan sangat dibutuhkan. Dimana kita bisa nelfon langsung, nego harga dengan guide dan porter, mungkin?! 

Apalagi untuk keperluan pendaftaran di beberapa gunung yang saat ini sudah mewajibkan pendaftaran pendakian online dan di beberapa gunung lain, pendaki wajib menggunakan jasa Guide

Untuk keperluan itu juga, mungkin beberapa nomor telfon Basecamp Taman Nasional dan Jalur Pendakian berikut bisa berguna..siapa tau, kapan hari saya mau naik gunung lagi tinggal buka catetan ini. Bisa konfirmasi dulu status pendakian disana, dari pada udah jauh-jauh keringetan taunya Pendakian ditutup..



BIG NOTE: Nomor telfon sewaktu-waktu bisa berubah..
dibawa santai aja broo\m/


NOMOR TELFON SEKRETARIAT BASECAMP TAMAN NASIONAL DAN JALUR PENDAKIAN

TAMAN NASIONAL & GUNUNG JAWA TIMUR


1. Gunung Arjuno & Welirang
     Via Tretes  085856052510 ( Basecamp )
                 081554432204 ( Junaedi )
     Via Lawang  081330787722 ( P. Rudi )
     Kantor Pandaan 0343630173
     Kantor Malang  0341483254

2. Gunung Argopuro
     Via Baderan 081336017979 ( P Suryadi ) 
     08113651015  ( P Susiono )
     082336446256 ( P Samhaji )
     Via Bremi 085204941082 / 085745771352 ( P Arifin )

3. Gunung Semeru
     (0341) 787055 ( P. Gofur )
     Fax: (0341)490885
     www.bromotenggersemeru.org
       08283930822 ( Resor Ranupani )

4. Gunung Raung
     0332 321305 / 081333862244 ( KPW Gunung Raung )
     ~RAUNG CAMP 083847658516 ( Nugie Guide )~ 

5. Gunung Penanggungan
     Via Tamiajeng 085655563839 ( P Cipto )

6. Gunung Buthak
     081555667595 ( P Nunung )


TAMAN NASIONAL & GUNUNG JAWA TENGAH


1. Gunung Slamet
     Via Bambangan 085726000335 (P Sugeng)
                   085726666912 (P Didin)
     Via Guci 085643755398 ( P Uceng )
     Via Kaliwadas 085742035447 ( Aji )
     Basecamp Probosari 08562927831

     Twitter :@infoslamet
          Facebook: Info Slamet
     www.infoslamet.com
     https://bprgunungslamet.com

2. Gunung Sindoro
     081328096081, 08112823153, 08190386023 ( Basecamp Kledung)
     Frekwensi Radio : 148.790 mHz
     Via Kledung 085869115403 ( P Potenk )
     Via Bansari 085876797621 / 081328096081 / 08190386023 ( Crazy )
     Via Tambi 081227967705
     www.sindorosumbing.com

3. Gunung Sumbing
     085868611446 ( Basecamp Stickpala )
     Via Kaliangkrik 089688246671 / 085868611446 (Bp Lilik - KADUS)

     www.sindorosumbing.com
          www.gunungsumbing.id

4. Gunung Lawu
     Via Cemoro Kandang 0857413072998
                        081575899797
     Via Cemoro Sewu 085729264379 ( P Hasan )
                     085642072573 ( P Agus )

5. Gunung Merapi
     081329266656 ( P Syamsuri )
     085640657456, 087835090433 ( Suroto Sheby)
     085713121271 ( Grandong )
     www.tngunungmerapi.org

6. Gunung Merbabu
     Via Wekas 081325932700 ( P Tono )
     Via Cunthel 085329720365 ( P Ando )
     Via Thekelan 085740540437 ( GRABUPALA )
     Via Suwanting  085870934073 ( Guide: M Jumadi -- Recommended )
     Via Selo 081393062419 ( pak Bari )
     https://tngunungmerbabu.org

7. Gunung Ungaran
     Via BC Mawar 081225711243 ( P Arief )
     085729968373
     sakpalaungaranmt@gmail.com

8. Gunung Kembang
     Via Blembem 08156597109 ( Basecamp )

9. Gunung Prau
     BC Patakbanteng 085326903444 & 085602170444 Basecamp(call only)
     Basecamp Dieng  082292760158
     Basecamp Wates 087834093099
     Basecamp Pranten 081548611471
     Basecamp Campurejo 085726495918
     Basecamp Kenjuran 085643206175
     Basecamp Kalilembu 085225152221
     Basecamp Dwarawati 081325755521

10.Gunung Andong
     Via Sawit 085643039650 / 08562894666( Basecamp )
     Via Pendem 085601474481
     basecampandong@gmail.com
     www.gunungandong.com




TAMAN NASIONAL & GUNUNG JAWA BARAT

1. Gunung Salak
     Via Renggit  085795057126 ( P Diding )
     Via Cidahu  08176689004 (Achenk )
     Via Kawah Ratu 085724995370 ( P Dadang )

2. Gunung Gede - Pangrango
     0263 519415 - 0263 512776 ( TNGGP )
     081912021180 ( P Usep )
     info@gedepangrango.org
     booking@gedepangrango.org

3. Gunung Ciremai 
     Via Linggarjati 081324092194 ( Kakek Petualang )
     Via Palutungan  082115687824 ( Kang Kusna )
     Via Apuy 085864245459 ( Pak Ubuh )
     085724111996 ( Basecamp
     087717717913 ( Bang Jaka )
     https://tngciremai.com
     https://pendakian.tngciremai.com

4. Gunung Cikuray
     082120835884 ( Dede Rohana )
     087838391009 ( Kang Dede )
     0811139349 ( P Yudi - BASARNAS )
     Via Cilawu 089699835043, 087827497606 ( Kang Ade )
     https://infocikuray.blogspot.com

5. Gunung Papandayan
     089661003465 ( Kang Zoel ) 
     085723531844 ( Kang Ade )
     Via Cisurupan 085793371645 / 087827382417 ( Omik )

     https://twapapandayan.com
     https://papandayanmountain.wordpress.com

6. Gunung Guntur
     085223705155 ( Basecamp )


TAMAN NASIONAL & GUNUNG LUAR JAWA

1. Gunung Rinjani
     0370 27851 ( Dephut )
     0370 627764 ( Pengelola )
          http://tnrinjani.net/

2. Gunung Kerinci
     0748 22250 ( Balai Besar TNKS )
     085367588494 ( P Lihun  )

3. Gunung Agung
     Via Pura Pasar Agung 081342923020 ( Pengelola )

4. Gunung Bawakaraeng
     085395222182 ( Tata Rasyid )

5. Gunung Bukit Raya
     0565 23521 ( TN Gunung Bukit Baka - Bukit Raya )
     Email : tnbbbr@plasa.com
     
6. Gunung Karangetang
     081220031234 ( Yudia Tatipang )
     085240357222 ( Daniel Hinondaleng )

7. Gunung Lokon
     081523657993 ( P Suwarno )
     081342765436 ( Ferry )

8. Gunung Latimojong
     081355068840 ( Basecamp Tri Karno )

9. Gunung Leuser
     0617872919 ( TN Gunung Leuser )
     081362291744 ( Porter - Jali )

10.Gunung Marapi
     Via Koto Baru 085214034450 ( Deni )

11.Gunung Tambora
     Telf (0370)627851, 633953
     Fax  0370-627851
     085216032004 ( Basecamp Arisman )

     082340693138 ( Basecamp Desa Pancasila )


Sekali lagi, nomor telfon diatas sangat mungkin berubah sewaktu waktu. 
    
     

Senin, 19 November 2018

PUNCAK KAWAH GUNUNG SINDORO

View Sindoro dari Pasar Watu Gunung Sumbing
https://ardan7779.web.id/travel/catatan-pendakian-gunung-sumbing-sindoro-juli-2018-part-1/


Rencana awal ke RAUNG tanggal 17 - 20 November yang sudah 90% pasti deal akhirnya harus batal di saat-saat terakhir. 

Sebagai pelampiasan kami, dan karena memang sudah hampir 5 bulan terakhir tidak kena kabut gunung, akhirnya kami sepakat untuk trekking. Dan karena Sumbing, Merbabu, Merapi, Prau, Lawu, Slamet ataupun ungaran sudah lulus, kami sepakat untuk sekali lagi remidi ke Sindoro yang belum lulus. 

Akhjad, Dewi dan Iis bergabung kemudian. Ber-enam kami menuju Basecamp Grasindo Garung via Bandungan. 
Terakhir kami ke sini, kami disambut dengan badai mesra, dan mentok di bawah Pos 4 Batu Tatah.

Perjalanan kami dimulai dari Sarmili Basecamp koord -7.172349, 110.398348, Dewi dan Ester bergabung di meeting point Kedai Mama Suki, Temanggung. 
Kami sampai di Basecamp Grasindo Garung sekitar jam 18.00. Registrasi dan Simaksi 110K all include, baru jam 20.00 kami start naik Ojeg @25K melewati jalur makadam sampai ke pos ojeg di atas Pos 1 Sibajing( 1600 mdpl ). Cuaca kebetulan sangat bersahabat meski tidak cerah.

Baru jalan sekitar 20 menit lepas dari Pos Ojeg, Ester pingsan. Emang dari Basecamp dia kayaknya kurang fit, kecapekan. Setelah sempet muntah-muntah di trek. Kita coba sadarkan dan kita siapkan tenda. Kami sepakat, Ester dan Risqi harus stay. Sementara kami ber empat dengan berat hati lanjut naik.

Sampai di Pos 2 Pestoroto ( 2120 mdpl ) sekitar jam 10 malem. Break sambil ngobrol dengan teman baru sependakian. 

Dan setelah lanjut jalan kami sampai di Pos 3  ( 2530 mdpl ) yang sudah penuh dengan tenda sekitar jam 1 dini hari. Kami bangun 2 tenda, meski akhirnya kami tidur jadi 1 tenda.


Minggu 18 Nov 18

Puji Tuhan cuaca asik, tidur pules sampai saya yang pertama bangun jam 6 karena dipaksa mules. Prepare sarapan..baru sadar kita kehabisan air.

Setelah sarapan dan packing satu keril, ditemani kabut, kami sepakat lanjut naik. Mau ndak mau, karena sudah niat kami untuk summit, hanya dengan air 1,5 liter berempat. Dengan tambahan susu, permen dan buah, kami berangkat. Cukup terlambat juga sebenernya kami berangkat.


View dari area Pos 4

View dari bawah area Pos 4

Setengah jam berikutnya kami sampai di Sunrise Camp ( 2423 mdpl ), sangat penuh tenda. Kami lanjut jalan membelah Hutan Lamtoro dengan trek horor, hingga kami sampai di Pos 4 Batu Tatah ( 2838 mdpl ) sekitar jam 9.30 pagi.


Pos 4 Watu Tatah

Saya didepan sendirian ditemani keril, melewati padang Edelwieis yang sayangnya sudah kering dan padang batu. Dan setelah beberapa kali patah hati di PHP sindoro karena fatamorgana bukit terakhir. Cuaca yang sedikit mendung lebih ke berkabut membantu kami tidak terlalu kepanasan karena kondisi gersang area puncak yang tanpa vegetasi dan hanya hamparan batu.

Saya sampai di Puncak Kawah ( 3153 mdpl ) titik tertinggi ke lima di Jawa Tengah setelah Puncak Surono Gn Slamet, Puncak Sejati dan Puncak Buntu Gn Sumbing dan Puncak Hargo Dumilah Gn Lawu, tepat jam 10.30. Pemandangan ke jurang Kawah Kembang yang masih aktif menjadi pelepas lelah saya. Sayang, kabut menutup view ke arah kembarannya, Sumbing, yang sebenernya saya cari. Angin juga berhembus cukup kenceng dan dingin. Dan parahnya, baru satu jam berikutnya 11.45 Iis, Akhjad dan Dewi sampai. Beruntung karena tidak sampai hujan.


Kawah Kembang

Sumpah, dibalik awan ada Sumbing

 Rebutan plang

    masih rebutan plang

 View track di Padang Batu

Plang idola, selalu jadi rebutan

  Dedicated for you, Ester and Rizqi...

Sempet swearing, mereka sampai atau ndak sampai saya tetep turun jam 12.00, karena sangat dingin di Puncak. Ditambah dengan brangbreng bau asap sulfatara dari kawah Kembang yang udah mulai bikin pusing.

Setelah foto cukup dan juga karena memang sudah menggigil kedinginan, jam 12.10 kami turun. Saya dan Iis duluan sampai di Pos 3, tenda kami sekitar jam 13.30, sempet tidur juga karena baru dua jam berikutnya Dewi dan Akhjad sampai.

Laper dan haus, kami buru-buru packing dan jajan di warung yang ada di Pos 3. Apes; nasi, gorengan dan mie rebus sudah habis, kami hanya ngopi dan ngeteh.




Sesaat berikutnya, kami sudah harus mengejar untuk secepetnya sampai di Basecamp. Saya dan Iis jam 18.30 sudah sampai di Basecamp dengan bantuan bapak ojeg dari Pos 1. Disusul jam 19.30 Akhjad dan Dewi. 
Jam 20.00 kami sudah otewe Sarmili. Jam 21.30 kami sampai di Sarmili via Bandungan. 




Sindoro Itinerary Report:

Ascending:
Basecamp - Camp I         : Ojeg 10 minutes ( @ 25K )
Camp I - Camp II          : 1 hr 40 mnts ( 100 mnts)
Camp II - Camp III        : 2 hrs 30 mnts ( 150 mnts )
Camp III - Sunrinse Camp  : 15 mnts
Sunrise Camp - Camp IV    : 2 hrs ( 120 mnts )
Camp IV - Peak            : 1 hr ( 60 mnts )
Total Walk                : 455 mnts (7.5 hrs Walk, Cloudy Weather) 

Descending:
Peak - Camp III           : 1 hr 20 Mnts ( 80 mnts )
Camp III - Camp I         : 1 hr 30 mnts ( 90 mnts )
Camp I - Basecamp         : 10 mnts by Ojeg 
Total Walk                : 180 mnts ( 3 hrs walk, Cloudy Weather )


Simaksi & Registration :
6 Person + Car Parking    : 110 K 
                            * @ 15 K + Parking : 20 K

Jumat, 02 November 2018

SALTY BUT SWEET, SADRANAN BEACH...





Sarmili memang bener-bener kapling dengan Gen dan DNA ngetrip paling asik... 

Setelah beberapa kali berkeliling naik turun gunung sama-sama,  Sarmili Family Gathering I, akhirnya bener kejadian. .

Dengan biaya hasil denda ronda selama 2017 - 2018, sisa uang 17 an dan tambahan iuran masing-masing KK. Sebulan lebih persiapan dengan dibentuk panitia, dari cari bis sampai urusan makan sama-sama kita urus. Sempet mundur karena ndak dapat bis, akhirnya tanggal 28 Oktober 2018, kami jadi otewe Pantai.. 

Sesuai kesepakatan, kami ke Sadranan Southmountain dan pulangnya mampir Malioboro. Dengan pertimbangan di Pantai Sadranan lebih aman karena kita bisa snorklingan dan main pasir sama anak-anak. 

Kita berangkat dari Sarmili jam 3.30 pagi, 52 orang dari 16 KK. Pertimbangannya adalah agar bisa sampai dipantai sebelum jam 11.00, menghindari macet dan terik. 
Dan karna hanya 1 pantai maka dari jam 9.00 sampai jam 12 kami bisa lebih puas main air.

Bus D'Nasima kami mengambil rute lewat Boyolali, Klaten dan langsung ke Southmountain. Karena masih subuh, pak sopir langsung tancap sementara sebagian besar kami melanjutkan tidur.



Setelah hampir 5 jam jalan dan lebih dari 150 km, akhirnya kami tiba di pantai jam 8.30. Tanpa menunggu lagi, setelah foto bersama bis, nunggu pengarahan panitia..
kami dan anak-anak langsung nyebur laut main air.
Pantai belum terlalu panas dan ramai meski sudah ada beberapa rombongan. 

Kondisi pantai yang bersih, dengan Gazebo berjajar dan ombak yang tenang serta air yang bening menjadikan sempurna pagi itu. Salty but sweet...

Kalau mau snorkling, di sini sudah ada persewaan paket alat snorkling lengkap @ 25K. Aro yang dari orok memang suka main air langsung aja narik tangan saya untuk main pasir dan ombak. Begitu ceria bocah kecil ini, bersama saudara-saudara Sarmili nya..







 



Jam 12 kami sudah berkumpul untuk makan siang bersama. Nasi kotak ayam bakar dan jus mangga sudah rapi disiapkan panitia. Dan 13.30 kami sudah otewe Malioboro untuk buang duit. 
Sampai di Malioboro sekitar jam 15.30. Dan karena sedang ada pawai kirab budaya maka bis tidak bisa masuk Malioboro. Terpaksa bis parkir di pojok jl. pajeksan dan jl Bhayangkara

Muter-muter Malioboro agak miris takut duit abis. Belanja seperlunya trus nongkrong, foto-foto. Tanpa terasa kami di Malioboro sampai jam 18.00. 






Jam 18.20 kami sudah berangkat pulang ke Ungaran via Sleman, Magelang, Ambarawa. Dengan cuaca cerah, duit habis, badan capek..kami terkapar sepanjang jalan. Bangun saat bis mampir pipis. 



Jam 22.10 tepat kami sampai di Gebugan Sarmili Shahdu. Ribut nyari hape siapa yang td dipakai buat dokumentasi..