Senin, 16 April 2018

PUNCAK GUNUNG MERBABU Via Basecamp SUWANTING ( The second Ascent )


Sabtu, 14 April 2016

Perjalanan kali ini adalah buah pencerahan dari Akhjad dan bapak-bapak Sarmili. Sebenernya saya sudah males dari awal, karena sudah merasakan sendiri sengaknya trek Suwanting. Total, untuk saya ini sudah 7 kali naik turun Gunung Merbabu. Saya lebih milih ke Selo, jalur yang belum pernah kami jamah. Tapi okelah yang penting ada pemanasan kaki untuk jadwal pendakian akbar bulan depan.

Setelah seminggu planning, akhirnya kami berangkat 6 orang, Ajeng, Anggi, Akhjad, mas Hari, saya dan Banu. Temen baru dari Magelang. Seperti kebiasaan, jadwal molor jauh dari fix. Rencana jam 9.00 berangkat, ini kita baru jam 11.30 start dari Sarmili Basecamp. Belum lagi beberapa barang belum kebeli dan yang lain gak ada dicari direntalan. Untung Banu sudah siap nutup kekurangan.

Kita sampai Basecamp Suwanting jam 15.30 langsung nyari simaksi. Ber-enam plus parkir kita harus bayar Rp. 131.000. Ndak tau bener apa ndak yang jaga ngitungnya. Bayaaaarrr....jangan kaya orang susah!!! 
Cuaca dan suasana aman, cerah tapi sedikit berkabut. Dan setelah cari rumah untuk Basecamp kami sekalian parkir mobil, kita baru start jalan jam 16.15.

Sekitar jam 16.45 kita sampai di ketinggian 1520 mdpl, tepat di Warung Kopi Pojok dan Pos Ojeg, batas hutan pinus dengan kebun penduduk yang ditandai oleh Gapura Taman Nasional Gunung Merbabu. 
Jadi teringat, hampir setaun kemarin saya, Uchok dan Akhjad sukses summit Kenteng Songo via jalur ini. Sebentar kemudian kami sampai di Pos I Lembah Lempong. Perjalanan dari pos I Lembah Lempong sampai Pos II Shelter Bendera kami tempuh selama 2 jam 45 menit. Pas sampai di Pos II pas Adzan Isyak samar terdengar berkumandang bersautan di pemukiman bawah. 

Dari pos I sampai pos II, kita harus melewati beberapa check point; Lembah Gosong, Lembah Cemoro, Lembah Ngrijan, Lembah Mitoh. Vegetasi berupa hutan pinus dan hutan semak dengan trek yang masih malu-malu dan sedikit galak. Selain di Pos Air, di sekitar Lembah Cemoro dan diatas pos II masih ada Saluran Air yang cukup bersih seandainya logistik kita terbatas. 

Setelah sekitar setengah jam kami istirahat di pos II, kami lanjut jalan menuju pos III Ndampo Awang. Sesuai rencana, kami akan ngecamp di Pos III. Target kami jam 22.00 sudah sampai di Pos III. Kebetulan malam itu cerah meski sedikit berkabut. Bintang samar-samar kelihatan utuh. 


View Sebelum Puncak

Pos II ke Pos III, bagian terberat dari trek Suwanting ini, kami tempuh sekitar 3 setengah jam. Trek horor menanjak memaksa kami melawan ngantuk dan berat carrier. Sepanjang jalur ke Pos III, kita juga harus melewati beberapa check point; Lembah Manding, Uluk Salam dan Pos Air ( batas vegetasi hutan dengan Sabana ). Kami sampai di Pos III sekitar jam 22.30. Langsung cari area dan pasang tenda. Kami buru-buru langsung makan malam dengan menu nasi lele goreng made by Ajeng's mom. Dan langsung kami bobok.

Minggu 15 April 2018

Serendipity

Jam 5.30 kami baru bangun. Saya seperti biasa dapat panggilan alam. Sekembali dari Open Air Toilet, temen-temen sudah prepare siap Summit. Dan tepat jam 6.15 kami start mengarah ke Puncak.
Dari Pos III sampai Puncak, melewati jalur membelah Sabana kami tempuh sekitar 2 jam. Sebelum sampai Puncak, kita terlebih dulu harus melewati Sabana I, Sabana II, Sabana III, Puncak Suwanting, Simpangan Jalur Grendens. Disepanjang trek ini kecantikan Merbabu dan Merapi seolah jadi bonus dan obat capek semalam.



Macaca fascicularis; Paterfamilias..


Setengah jam dari Simpang Grenden, kami sampai di Puncak Triangulasi 3142 mdpl. Hanya 5 menit ke depan kami sampai di Puncak Kenteng Songo, tepat jam 08.15, yang penuh dengan pendaki. Camp area Selo pun seperti biasanya terlihat sangat meriah dengan ramainya warna-warni tenda pendaki. Cari lokasi untuk sarapan, dengan menu masih sama mantapnya: sambal lele dan teh panas + red Marlb*ro.


seeking a great perhaps!!

Satu jam kami santai nikmatin suasana puncak ditemani beberapa Monyet, Sang Tuan Rumah Puncak. Perut kenyang, istirahat sambil nunggu kesempatan foto-foto. Sampai sekitar jam 9, kami turun ke Pos III. Dengan sepanjang jalur turun masing-masing kami sibuk nyari spot foto, yang memang sangat istimewa. Sampai sekitar jam 10.45 kami baru sampai di Pos III dan langsung bongkar tenda, packing dan segera turun.


Camp Area nDampo Awang 

Selama kami packing,  hujan gerimis sudah mulai turun. Takut semakin deras, kami bergegas turun. Dari Pos III sampai Pos I kami tempuh selama hampir 4 jam. Sempet mandi hujan juga di Pos I - Pos Ojeg. Kami berteduh di Pos Ojeg, sambil nunggu hujan reda. Setelah sekitar 15 menit, hujan mulai reda. Kami putuskan untuk naik ojeg ke Basecamp. Biaya per kepala Rp. 10.000 sampai Basecamp.

Di Basecamp kami bersih-bersih, pesen makan siang, kopi dan teh manis. Setelah kabut reda dan cek perlengkapan aman, kami langsung kembali ke Ungaran via Magelang. Bonus hari itu, macet total jalur Magelang - Semarang karena arus balik long weekend dan kebetulan hari itu PSIS tanding. Bersyukur PSIS Semarang menang 4-1 vs PSMS Medan. Sipp lah, meski kami harus muter via Kopeng. Sampai jam 19.45 kami baru sampai kembali di Basecamp Sarmili.

Photo Gallery:






















@dhanursubuyar



* Masih loading foto kiriman !!!

Rabu, 21 Maret 2018

CAMP AREA KEBUN TEH PROMASAN - GUNUNG UNGARAN VIA BASECAMP MAWAR


Promasan Tea Garden 

Baru minggu kemarin saya naik ke Gunung Ungaran via basecamp Mawar Jimbaran. Memang sebenarnya rencana dari awal hanya pengin survey camp area Promasan, Sambil jaga tenda seandainya temen-temen ingin summit. 
Dan iya..!! Untuk kalian di sekitaran Jawa Tengah yang kecanduan udara segar dan pengen nyari suasana alam, Kebun Teh Promasan bisa jadi satu pilihan area kemping yang cukup sempurna untuk sejenak menghilang dari sumpeknya rutinitas hari-hari. Dijamin bebas polusi udara dan polusi pulsa. Buat saya boleh lah tempat ini, Recommended banget..
Camp Area Kebun Teh Promasan ini sebenernya sudah dari dulu dibuka dan mungkin sudah banyak dikenal di sekitar Semarang, karena area ini berada di jalur pendakian reguler Gunung Ungaran via basecamp Mawar. Setiap pendaki pasti lewat sini, bahkan dulu, kalau saya sudah ngap dan males lanjut ke puncak, biasanya ngecamp di area kebun teh sambil nungguin temen-temen lain summit. Masak-masak dan bikin green tea langsung petik pohon..

Setau saya selain via basecamp  Mawar, ada jalur lain untuk sampai ke sini; via Nglimut, Boja. Ada juga jalur khusus untuk distribusi hasil teh  dan kopi via Gebugan, Bergas. Bahkan untuk jalur Boja dan Gebugan ini bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor sampai kebun teh. Kebetulan juga kemarin kami berpapasan dengan rombongan trabas trail yang ambil jalur naik dari Boja dan turun via Gebugan.

Saat ini, saya juga baru tau kapan kemarin, ada retribusi untuk masuk area Promasan. Untuk Pendaki yang menuju ke puncak Ungaran via Promasan otomatis juga akan dikenakan retribusi sebesar @ 2500 di Pos Gerbang Promasan. Dan kemungkinan nanti kita akan ditanya mau ngecamp atau tidak? Kalau ngecamp kita harus bayar lagi @15000 per tenda per malam. 
Untuk informasi saja, di basecamp Mawar kita juga harus bayar @ 5000, khusus untuk masuk basecamp dan camp area MawarKebetulan kemarin saya naik ke Mawar sekitar jam 11 malem jadi bebas biaya masuk gerbang Umbul Sidomukti dan Pondok Kopi. hihihi..!!

Dengan tiket itu, kita dapetin fasilitas unlimited Kolam Renang, main-main di tree house. Kalau mau lebih jauh jalannya, kita bisa nikmatin trekking dan kemping ke Goa Jepang, Desa Promasan, Candi Promasan dan area kebun teh. Mungkin yang menjadi daya tarik utama adalah suasana kebun teh, dan trekking ke Goa Jepang, karena kolam renang dan fasilitas lain masih terkesan terbatas seadanya. 
Selain tiket standar, ada juga kok paket Hill Walking dan Jungle Trekking, dengan Guide. Porter juga selalu siap kalau dibutuhkan. Jadi tenang aja, buat kalian yang cuma mau tau beres. Dan untuk pedagang, memang ada beberapa warung yang kadang buka. Itupun dengan stok yang seadanya. Sebaiknya kita persiapkan logistik dengan baik.







enggak mau pulang, maunya di.....

Untuk akses ke camp area Promasan, dari basecamp Mawar kita bisa mengikuti jalur pendakian Gunung Ungaran melewati hutan pinus dan Pos 1. Sampai di Pos 2, ada persimpangan, yang lurus keatas mengarah ke Puncak. Kita ambil jalur yang ke kanan. Sekitar 30 - 40 menit jalan normal kita sudah sampai di Pos Registrasi Promasan - Sikendil. Total waktu dari basecamp Mawar sekitar 1,5 jam - 2 jam.




Sampai di loket registrasi kita disambut dengan Kolam renang di sebelah kanan dibelakang pos registrasi. Ada beberapa bangunan rumah di area ini. Mushola, warung dan beberapa tree house. Sedikit naik ke atas, di depan tree house ada bangunan yang dipakai sebagai basecamp Promasan. Cukup adem suasana di sini, dengan rimbun pepohonan dan tanaman Kopi. Naik lagi kita sampai di simpangan, ditandai dengan papan penunjuk arah; ke kanan turun ke arah jalur Gebugan dan ke kiri naik mengarah ke kebun teh, Desa Promasan dan Puncak Ungaran.























                   I came, i saw and i loved..


Lanjut jalan naik, kita akan melewati jalan berbatu selebar mobil. Tidak begitu ngetrek kok, sambil melewati kebun kopi. Sekitar 30 menit kita akan sampai di area Kebun Teh. Udara seger adem udah pasti..karena kebun teh ini berada di ketinggian sekitar 1500 mdpl...Hijau seger terhampar, menyegarkan mata yang ngilu. Banyak spot dengan view yang menawan. Terlebih kabut yang sering turun justru menambah osemm pemandangan. Buat yang lagi patah hati, dijamin pasti lupa kalau punya hati..
Di kebun teh ini ada camp area yang cukup luas. Jangan lupa registrasi jhon, soalnya pasti ada nanti dicek sama petugas jaganya. Dan setau saya pasti ada denda untuk tenda ilegal.



Puncak ungaran di kejauhan...

Kalau kita lanjut trekking di kebun teh ini juga nantinya kita ketemu simpangan, yang ke kiri naik mengarah ke Puncak Ungaran dan yang turun ke bawah mengarah ke Desa Promasan, Goa Jepang dan jalur Medini Boja. Kalau mau summit, tinggal ngikutin jalur ke atas mengarah ke Pos 4. Ndak bakal nyasar kok, karena jalan cuma satu jalur tanpa simpangan, dan lagi petunjuk jalan sudah banyak terpasang.

Kebetulan seminggu kemarin saya cuma sekedar lewat disana, jadi untuk review,  harga sewa peralatan dan catatan perjalanan ke Goa Jepang, Desa Promasan dan Candi Promasan pasti akan di update kok, kapan kalau ada kesempatan kemah disana. Aaamminn..



k r e m b i z z z . .


Catetan pribadi biar besok kapan lancar:

Gerbang Sidomukti   : 5000 / motor
Gerbang pondok kopi : 4000 / Motor -- Nebeng temen + malem aja sih biar gratis

Basecamp Mawar      : 5000 / kepala
Parkir motor        : 2000 / motor
Gerbang Promasan    : 2500 / kepala


Artikel ini dapat juga dibaca di detik.com dengan judul Selamat Pagi Dari Kebun Teh Ungaran.

Senin, 19 Maret 2018

GUNUNG UNGARAN - JALUR BARU PENDAKIAN VIA BASECAMP MAWAR



Majestic view from the summit!!

Tiga bulan setelah Badai Mesra Sindoro, saya dan Akhjad, berencana naik gunung lagi. Apalagi Akhjad, terakhir dia naik kemarin pas November. Penantian akan cuaca yang bersahabat membuat kami sangat merindukan suasana hutan, dan bukannya hujan.. 
Sebenernya saya pribadi hanya pengin jalan-jalan ke Promasan. Survei biaya masuk dan sewa lokasi untuk kemah, karena besok kapan saat cuaca mendukung, saya berencana mengajak istri saya ngecamp di Promasan - Sikendil. 

Rencana awal selain dengan Akhjad yang ngajakin Tirta dan Dewi temennya, saya juga ngajakin mas Hari, Anggi dan Ester. Mas Hari kayaknya pengin tapi karena istrinya sakit jadi terpaksa batal. Apalagi awalnya mas Hari rencananya mau ngajakin anaknya, Kevin. Anggi,  as always,  ngeles takut basah kehujanan. Dan Ester, karena hal yang "sangat teknikal" harus batal di waktu terakhir sebelum otewe.

Sabtu, 17 Maret 2018

Pagi-pagi, kami; saya dan Akhjad sudah siap hunting logistik dan sewa perlengkapan. Karena memang hari itu hari libur nasional, SAKA NEW YEAR, NYEPI DAY!!
Tapi baru jam 12an kami mulai belanja. Di jalan kami kehujanan, tanpa sempet bawa mantol. Telat makan siang, dan lemes. Kami baru sampai di rumah sekitar jam 15.30 dan itupun ndak dapet yang kami cari, semua rental outdoor kosong. Basah, lapar, lemes..kami langsung packing logistik. Sambil ngobrol dan sharing sampai akhirnya kami mandi dan siap berangkat. Rencananya, kami berangkat jam 19.00, apalagi kebetulan hujan dari siang juga belum reda.. Jam 20.30 Ester tiba merapat dan Dewi dateng ke Basecamp Sarmili. 

Ngobrol dan packing lagi,  ndak terasa waktu sudah jam 21.30, hujan juga sudah mulai reda. Sekitar jam 22.00 kami berangkat. Saya, Akhjad dan Dewi, bertiga. Ester suddenly canceled for a technical reason. Kebetulan Dewi dari Purworejo sendirian bawa mobil. W.O.W. bangeedh..
Setengah jam kemudian kami sudah sampai di Jimbaran. Kami mampir beli nasi dan lauk untuk sarapan pagi besok. Cussss.. kami sampai di Basecamp Mawar yang ternyata penuh dengan adek-adek PMMI yang lagi kemah disana. Kami langsung ke loket dengan biaya Simaksi @ 5000. Basecamp penuh, jadi kita cuma packing sebentar di luar basecamp dan langsung berangkat.

Puji Tuhan,  langit perlahan mulai cerah, kabut dan awan mulai membuka jalan. Jam 00.05 tepat, kami Start. Trek menuju Pos 1 Masih sangat bersahabat meski agak becek. Dengan view emejing gemerlap lampu kota dibawah. Kami berangkat bareng satu rombongan, jadinya agak pelan karena harus berbagi jalan. Sekitar 40 menit kami sudah sampai di Pos 1. Lokasinya persis di area instalasi air bersih warga. Sudah ada juga pondokan gubug untuk berteduh. Kami istirahat sekitar 5 menit sambil lepas jaket.

Kami lanjut jalan dengan cuaca bersih, sebentar jalan dari Pos 1 kita akan melewati jalan tepat ditepian jurang. Hati-hati broo, karena agak becek bekas hujan. Lumayan jauh, sekitar 30 menit kita menyusuri punggungan jurang ini dengan trek datar. Terus berjalan sampai ketemu belokan tepat di sungai yang biasanya banjir saat hujan dan kering saat kemarau. Trek mulai menanjak sampai sekitar satu jam kemudian kami sampai di Pos 2. Kami sempet bingung karena papan penunjuk terbagi 2 arah; Mengarah ke kanan agak datar ke Promasan dan lurus menanjak ke atas ke Pos 4 dan Puncak tanpa melewati Pos tiga ( kebun teh ). 
Sepakat..kami bertiga sepakat ngekor rombongan depan nyobain jalur baru ini. Sambil jalan kami menyadari ternyata mungkin jalur ini dibuat karena jalur via Promasan muter terlalu jauh. Jadi yang dari basecamp Mawar - Puncak bisa melewati jalur baru ini, nge-trek langsung tanpa lewat Promasan. Sementara yang mau ngecamp di Promasan atau kebun teh bisa ambil jalur ke kanan.

Kami jalan pelan sambil menikmati cuaca malam yang sangat segar. Beberapa kali kami break  karena kondisi jalur baru ini. Jalan yang belum sempurna "halus" karena relatif masih baru, dengan halangan akar pohon yang mungkin akan nyangkut apabila kita sembarangan begajulan. Tanjakan yang lumayan curam juga beberapa kali kami lalui. Dewi, dengan carrier 65 liter masih bisa mengimbangi. Tapi karena kami berangkat terlalu malam dan Dewi malah harus berangkat dari Purworejo, beberapa kali kami harus break. Bukan break karena kelelahan tapi lebih karena kantuk. Bahkan kita sempet tidur di pinggir jalan sekitar 10 menit. Beruntung kita sudah leading agak jauh, kami baru terbangun karena memang ada rombongan belakang yang nyusul. 
Jalur ini tidak melewati Pos 3 dan kebun teh Promasan, jadi ujung jalur baru ini nantinya akan ketemu jalur lama tepat di Pos 4. Jam 3.15 kami sampai di Pos 4. Sama dengan pos sebelumnya, sudah ada pondokan gubug yang bisa untuk berteduh. Tanpa istirahat lagi, karena memang juga penuh di Pos 4, kami langsung mengarah summit.


Sunrise silhouette..

Tanjakan yang kami temui lebih sadis dan menantang mental. Terlebih jalan yang masih licin seakan jadi masalah lain bagi kami dari awal pendakian. Badan sudah mulai terasa lemes, sakit dan pegel. Tapi kami tetep jalan pelan. Kami percaya, Every summit is within reach if we keep walking..!!
Berusaha tetep jalan dan positive thinking, yakin kuat, tapi tenaga semakin habis terkuras. Akhirnya Akhjad lanjut duluan ke atas untuk cari lokasi ngecamp. Saya dibelakang nemenin Dewi(*Dewi yang nemenin saya ding...hihihi!!). Sekitar jam 4 saya dan Dewi baru sampai di Camp Area di punggungan bukit terakhir sebelum puncak. Tapi karena disitu sudah penuh dan Akhjad sudah terlanjur naik lebih ke atas, akhirnya saya dan Dewi turun kembali. Kebetulan tadi pas break  saya sempet lihat ada lokasi sempit tapi cukup bagus view nya dan yang penting cukup untuk tenda kami.

Minggu, 18 Maret 2018


في انتظار أن ترتفع الشمس


 Et Hoc Modo Frui Vita


Langit sudah mulai merona, memerah, tanda matahari sudah bersiap menyembuhkan segala luka hati..
Tenda pun sudah siap, tapi zonkkk...!! Ternyata botol gas ada di carrier saya tapi kompor ada di Akhjad. Terpaksa saya naik mengarah ke Akhjad. Dan setelah 10 menit jalan, saya ketemu Akhjad yang memang sudah nungguin. Akhirnya kami turun ke Dewi dan sama-sama masak untuk sarapan disana. Sunrise menemani sarapan dan pagi kami. 


Fulltime Vacationers!!

..Novum Diem Novam Spem..


Kebetulan area kami mendirikan tenda "sempurna" dengan background bukit-bukit dan puncak lain di Gunung Ungaran. Jauh lebih instagenic dari pada area puncak.
Karena itu juga, kami jadi males untuk summit meski hanya berjarak sekitar 10 - 15 menit jalan. Saya dan Dewi sepakat tidak lanjut ke puncak, cukup biar diwakili Akhjad yang summit sendiri..hihihi..

Setelah sarapan dan foto-foto puas, Akhjad kembali ke tendanya untuk packing dan summit. Sementara saya dan Dewi, karena memang ngantuk sejak semalem akibat berangkat kemaleman, lebih memilih untuk tidur. Dewi di dalam tenda dan saya tiduran di matras sambil ngerasain hangatnya pelukan matahari pagi..


VENI, VIDI, AMAVI!!!

Sampai.. mules tiba-tiba datang langsung mau erupsi. Tidak seperti biasanya. Pannic Attack!! Ya iyalah, karena sebagian besar area di sekitar berupa sabana tanpa pohon pelindung. Langsung bergegas cari tempat, dan Puji Tuhan ada saja tempatnya..meskipun bertaruh nyawa di tebing dan mengharuskan untuk menggunakan tiga titik tumpu..!!Masih ketawa sendiri kalau saya ingat posisinya!!



our smile tells everything..

Sekitar jam 8.00 kami packing dan bergegas turun karena kabut dan awan gelap sudah mulai bergerak membual menelan puncak. Bayangan turun bisa lebih cepat dari naik semalam akhirnya kandas karena kondisi trek yang licin. Beberapa kali Akhjad terpeleset. Kami rencana turun lewat jalur lama via Promasan. 

Setelah sekitar satu setengah jam, melewati Pos 4, kami baru sampai di Pos 3 Kebun Teh Promasan. Cukup ramai dengan adanya rombongan war-wer trabas. Kami istirahat sekitar setengah jam sambil ngemil dan foto-foto. Setelah puas foto-foto, kami lanjut jalan karena rokok kami terlanjur habis. Feeling, di Kolam Renang Sikendil ada yang jualan. Setengah jam kami menyusuri kebun kopi Sikendil dengan jalan selebar mobil dan trek rata berbatu. 

Sampai di gerbang Promasan, ternyata benar, ada warung yang buka!! Meski tidak lengkap tapi yang penting: kami dapet rokok!!. Ngobrol-ngobrol sambil nanya-nanya kami dapet info; Untuk masuk ke Promasan (dari basecamp Mawar atau Via Jalur Gebugan), pengunjung harus membayar @2500 untuk bisa menikmati fasilitas kolam renang, foto-foto di Tree House, keliling kebun kopi dan kebun teh. Dan khusus kalau pengujung mau ngecamp maka pengunjung akan ditarik biaya sebesar 15.000 per tenda per malam. Jadi untuk pendaki yang turun lewat Promasan, cukup hanya membayar di loket basecamp Mawar. CMIIW..!!


 Promasan Tea Gardens..


Place where i feel most alive..

Mendung semakin dekat, puncak Ungaran pun tertutup kabut awan tebal. Kami bergegas turun ke Pos 2, beberapa kali alam becanda dengan sebentar hujan sebentar reda. Tapi karena pohon-pohon besar yang cukup rapat, kami masih terlindung dari hujan. Hingga akhirnya kami sampai di Pos 2 Sekitar jam 11.00 tepat bersamaan dengan datangnya hujan deras. Karena sangat deras, sekitar 20 menit kami terpaksa nunggu reda. Tapi akhirnya kami putuskan untuk lanjut jalan turun pakai ponco untuk sesegera mungkin sampai Mawar.


The mountains are in me..

Dari Pos 2 kami start dengan hujan mulai sedikit reda, pelan-pelan karena jalan sangat licin dan bhecheck kami segera sampai di Pos 1 yang saat itu juga penuh orang berteduh. Terpaksa lanjut jalan dengan kondisi hujan ringan, sekitar jam 12an kami sampai di Basecamp Mawar. Langsung kami mengarah ke Toilet, bersih-bersih dan langsung pulang. Sepanjang jalan dari Mawar sampai Bergas hujan masih mengiring kami di jalan. 

Karena nyari warung makan ndak ada yang cocok, akhirnya kami langsung pulang ke Basecamp Sarmili. Jam 12.45 kami sampai di rumah Basecamp Sarmili yang ternyata kering, ndak ada hujan sama sekali sampai sore..

Langsung Akhjad masak dan kami makan bersama sebelum Dewi kembali ke Purworejo. Rencana bulan April depan kami, Keluarga Besar Perumahan Sarmili, akan mengadakan Pendakian Massal ke Merbabu..HA HA HA!!!


Selasa, 05 Desember 2017

GUNUNG SINDORO - BADAI MESRA DI SUNRISE CAMP

Gunung Sindoro..selalu menjadi salah satu opsi tujuan kami berikutnya. Sebenernya, bulan Desember ini saya berencana untuk trekking ke Semeru atau Raung, nanti pas libur Natal. Tapi karena bujet limit dan susah dapet Travel agent mau ndak mau cari pelampiasan lain.  Ternyata di awal bulan Desember ini ada long weekend, pas kontak temen-temen juga pada free, ya udah, jadilah kita sepakat tanggal 1 Desember ke Sindoro.

Dulu sewaktu kuliah, tahun 2008-an, saya pernah sekali trekking ke Sindoro. Tapi waktu itu mungkin hanya sampai pos 1, dan kali ini, hampir 10 tahun berselang saya rencana naik bareng anak-anak pabrik. Persiapan semua lancar. Rencana awal kita berangkat bertiga, Nopera dan Ricky. Sambil kontak temen yang lain ternyata Ester mau ikut. Dia sekalian ngajak Risqi dan Irvan. Selama prepare kita bagi tugas via Whatsapp. 

Senin 27 Nopember, dapet kabar dari berita kalau di sebelah selatan pulau Jawa saat itu sedang terbentuk bibit badai siklon tropis Cempaka. Yang otomatis berpengaruh ke cuaca di Jawa, terlebih sekitar Sindoro. Parahnya, belum Cempaka reda sudah ada bibit badai lagi, Si Dahlia. Jogja - Pacitan terhambur dihantam banjir, angin ribut, badai dan longsor. Keep positive, saya tawarkan ke temen-temen untuk menunda dulu, tapi karena semua udah bulet mantep lanjut, kami berangkat juga. Sadar karena peluang hujan badai sangat besar, kami prepare semua untuk kemungkinan terburuk. Kami juga saat itu yakin, banyak juga pendaki yang dari jauh hari planning naik Sindoro yang mau ndak mau tetep berangkat.

Basecamp Sarmili, Jumat, 1 Desember, 05.30 pagi, saya sudah bangun. Mandi dan siap-siap, langsung ke Boja via Gunung Pati, kira-kira 25 km. Sampai di Boja ketemu Ricky dan Nopera, kami sarapan dulu. Jam 8.00 kami otewe Basecamp Kledung via Sukorejo. Kira-kira 66 km. Jam 10.15 tepat kami sampai di Basecamp GRASINDO Kledung (1405 mdpl), Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Lokasinya sangat mudah dicari, karena tepat di pinggir jalan Temanggung - Wonosobo. 

Basecamp GRASINDO Kledung
CP : 0813 28096081 / 0811 2823153 dan Frek: 148.790 MHz


starting point..

Meski cuaca tidak bersahabat, tapi cukup banyak juga pendaki hari itu. Sambil nunggu Ester, Risqi dan Irvan sementara Nopera dan Ricky sholat jumat, saya tidur di Basecamp. Hujan dan angin kenceng juga udah mulai mendatangi basecamp. Sampai kira-kira jam 12an mereka datang. Ester dan Risqi rencana start duluan untuk cari tempat camp di pos 3, sementara Irvan berangkat bareng kami. 
Setelah selesai jumatan dan registrasi Simaksi, sekitar jam 1.30 siang kami start. Kami naik ojeg dari Basecamp ke Pos 1. 
Rp.25,000 yang kami bayarkan ternyata tidak mahal begitu tau jarak tempuh dan trek yang akan kami lalui. sekitar 20 menit, setelah melewati pemukiman, ladang penduduk dan kawasan Batu Besar, kami sampai di Pos 1 Sibajing ( 1629 mdpl ) tanpa lelah hanya ciut nyali. Ternyata asik juga naik ojeg, apalagi kang ojegnya skillfull. Selain bisa menghemat tenaga dan waktu, kita juga bisa nyobain naik motor ala-ala trabas. Gak bakal rugi, gak...

Pos 1 - Pos 2

Dari Pos 1 ini sudah terasa angin ribut disela-sela daun pinus. Beberapa pohon juga udah rebahan santai. Beberapa rebah manja sesaat setelah kami lewat. Cuaca mendung dan dingin. Trek dari sini awalnya melewati tanjakan rapi terlindung pohon pinus di kiri-kanan. Ambil jalur ke arah kanan, bonus turunan ke lembah baru naik lagi. Banyaknya pohon yang roboh sangat mengganggu perjalanan kami. Beberapa kali kami harus merangkak atau manjat untuk menghindari batang pohon yang cukup besar roboh menghalang jalan. Beberapa kali juga sempet di-php gerimis. Sampai sekitar jam 3 sore, kami sampai di Pos 2 Pestoroto (2120 mdpl).  
Cukup banyak pendaki yang istirahat di sana atau bahkan mau ngecamp di pos 2. Masih ditemani dengan angin ribut yang merebahkan pohon pinus. Suara ranting dan batang pohon yang patah atau bergesekan menjadi siulan genit Sindoro menyambut kami.



Pos 2 Pestoroto


Pos 2 - Pos 3
Setelah istirahat sekitar 10 menit sambil bakar rokok 1 bungkus, kami lanjut naik ke Pos 3. Trek kembali masuk ke hutan pinus. Kami berjalan berdekatan dengan sangat berhati-hati, karena trek sudah mulai menanjak dengan batuan dan beberapa pohon yang lumayan besar rebah menghalang jalan. Sudah mulai terasa beban di punggung, karena ditambah dengan kita berempat bergiliran bawa jerigen air 5 liter. Disini juga Nopera mulai kram kaki kanannya. 


Pohon yang rebahan santai di tengah trek


Dari sini beberapa kali tampak Sumbing yang angkuh malu-malu berselimut awan di seberang. Hampir sepanjang perjalanan kami, Sumbing tertutup kabut sehingga hanya beberapa kali saja kelihatan. Kami nikmati saat-saat Sumbing terlihat dengan beristirahat, ngemil dan sebatang rokok. Sampai sekitar jam 4.30 kami sampai di Pos 3 (2315 mdpl). Area cukup luas dan memang pas untuk area camp. Kami sampai di pos 3 dengan cuaca yang kurang asik, angin kenceng. Disana Ester dan Risqi sudah ada di dalam tenda. Karena lokasi udah penuh, saya dan Irvan naik ke atas Pos 3 di sebelah kiri atas untuk nyari lokasi yang sekiranya terlindung dari badai. Setelah kami sepakat, kami turun kembali jemput yang lain sekalian bongkar tenda Ester. Ternyata ada incident kecil, karna angin kenceng, pelipis mata Ester kena matras dan sobek. Lumayan sih karena bengkak dan meski dikasih plester tapi masih tetep rembes darahnya. 



water carrier

Langsung kami bangun 3 tenda, dekat dan saling berhadapan, dengan kondisi angin yang semakin kenceng dan gerimis. Kami sempet kesusahan karena beberapa kali kami ikat flysheet dan tenda, beberapa kali itu pula terlepas dihantam angin. Saking kencangnya angin, sempet pas pipis malah sampai terhambur ke badan dan muka. 
Sekitar jam 5.30 sore, dengan beberapa cacat di tenda kami, termasuk resleting tenda Nopera yang lepas, kami sudah bisa menikmati badai di dalam tenda. Langit mulai gelap dan angin juga makin ribut. Untuk menghangatkan diri, kami masak didalam tenda. Mie instan + sawi dan kopi instan menjadi menu malam itu. Tidak seberapa tapi sungguh sangat enak.
Sampai sekitar jam 7.30 malam, tidak ada yang bisa kami lakukan lagi selain istirahat dan tidur. Saya dan Irvan kebetulan di tenda yang cukup kuat, meski single layer tanpa flysheet kami tetap bisa tidur pules sampai pagi. Melihat kondisi malam itu, sangat beruntung kami bisa istirahat tanpa kedinginan ataupun basah.


Sabtu, 2 Desember

Jam 5,30 langit sudah terang, angin masih aja ribut. Mules juga kayaknya sudah menjadi bagian ritual budaya saya tiap pagi. Mau ndak mau, bangun dan cari lokasi. Baru coba nikmatin, tiba-tiba saya inget cerita temen katanya pos 3 rawan Babi hutan. Dan saat denger suara berisik tidak jauh dibawah lokasi, spontan ngrusak mood banget. Dengan terpaksa menikmati dengan gak ikhlas..parno takut disruduk Celenk.
Balik ke tenda.. mungkin karena kencangnya angin, tenda komplek tetangga sebelah sudah rata tanah. Untungnya lokasi kami agak mepet terlindung semak, hanya tenda Nopera yang frame nya patah. Sementara Nopera dan Ricky sudah masak air. Dengan sarapan roti gandum dan teh anget, saya dan Irvan sepakat coba naik lagi dengan target jam 7 harus kembali turun, sampai dimana ndak masalah.

Kami start jam 5.50 dari tenda, hanya berbekal air mineral botol kecil berdua. Sekitar 15 menit kami jalan dengan trek tanah menanjak, kami sampai di Sunrise Camp (2423 mdpl)


15 menit dari pos 3

kabut lagi


Disini merupakan batas Camp Area. Cukup luas untuk mendirikan tenda, tapi sangat berbahaya saat badai. Cuaca masih mendung dengan kabut dan angin kenceng. Kami putuskan untuk tetep lanjut naik ke atas. Trek mulai menanjak dengan bebatuan terjal di beberapa titik. 20 menit kemudian kami sampai di Hutan Lamtoro, masih dengan cuaca yang sama dan hanya pohon yang roboh menghalang jalan sudah tidak sebanyak di bawah. Pemandangan juga tidak terlihat kecuali kabut. Sampai sekitar jam 6.45 kami sampai di area batas vegetasi pohon, dan kata pendaki yang kami temui, Pos Batu Tatah tinggal selemparan batu lagi. Dan memang setau kami area ke atas sudah tidak ada pohon lamtoro lagi.
Angin semakin kenceng, kabut sarat air juga semakin deket. Beberapa langkah ke atas kami sudah mulai dihantam badai, dengan tanpa perlindungan pohon, kami nekat berjalan pelan keatas, beberapa kali hampir kami terpelanting karena angin sangat kuat.



Kabut lembut

Sadar Puncak bukan segalanya dan karena memang sangat berbahaya, kami putuskan untuk balik kanan. Apalagi saat itu sudah hampir jam 7.00 kesepakatan kami untuk kembali ke camp area. Banyak juga pendaki yang bahkan jauh-jauh dari Jakarta harus rela balik kanan karena memang tidak memungkinkan lanjut ke atas. Kami harus rela untuk tidak lulus kali ini dan remidi lain waktu.


balik kanan

Dengan berat hati, kami turun kembali sambil masih berhadap badai reda. Rencana, kami cari spot foto di Sunrise Camp saja.
Sekitar 20 menit, kami sampai di Sunrise Camp. Angin tak sekuat di atas memang, tapi kabut belum juga mau hilang. Seadanya saja kami cari area yang instagenic, ambil gambar dan langsung turun kembali ke camp area.

Tepat jam 8.00 kami sampai di camp area, kebetulan temen-temen yang lain lagi bongkar tenda. Langsung kami bantuin packing sampai 15 menit kemudian barang-barang dan logistik sisa sudah masuk di carrier kami masing-masing. Sambil ngemil kentang dan sosis goreng, kami cek lagi sapa tau masih ada yang ketinggalan. Tepat jam 8.30 kami turun ke pos 3. Masih sangat ramai dan penuh tenda di Pos 3. Foto-foto seputaran dan langsung lanjut turun. Hampir 30 menit kami baru sampai Pos 2. Istirahat bentar sambil share keadaan diatas ke temen-temen yang mau naik. Pos 2 ke pos 1 kami tempuh sekitar 20 menit. Dari Pos 1, Ester dan Risqi lanjut Ojeg, sementara kami berempat sepakat untuk lanjut jalan sampai basecamp.


Gapura dibawah pos 1


Kami sampai di basecamp jam 11.30 siang. Kebetulan Ester ada punya temen bisnis di area basecamp. Pak Nur, kami pun ditawari mampir untuk mandi dan bahkan dijamu, dibuatin makan pula. Terimakasih Tuhan, semoga selalu sehat pak Nur..

Dan tanpa basa-basi kami pun makan siang dirumah pak Nur, setelahnya kami langsung pamit. Kami pulang bareng-bareng iringan 4 motor, sampai di Parakan Nopera dan Ricky ambil jalur berangkat kami lewat Sukorejo, saya ambil jalur lurus lewat Kaloran - Sumowono, dan Ester, Risqi dan Irvan lewat Temanggung. Rencana, Ester langsung ke Klinik untuk cek luka di pelipisnya. Jam 2.15 sore saya sampai rumah Ungaran. Kebetulan masih harus jemput istri dan ikut sembayangan malemnya. Cuaca mendung syahdu sampai saya di rumah.